Audit Sosial di Afrika Selatan: Mampukah Aduit ini Membuahkan Hasil?

Oleh Albert van Zyl, International Budget Partnership— Mar 07, 2016

You are viewing the Bahasa translation of this post. View the English version here »

Minggu lalu saya beruntung karena dapat menghadiri pertemuan dengan beberapa ahli terkemuka di bidang audit sosial di Afrika Selatan, yang bertemu untuk membandingkan catatan dan mendiskusikan beberapa pelajaran yang muncul dari delapan audit yang diadakan oleh berbagai organisasi masyarakat sipil lokal. Pertemuan itu adalah bagian dari kunjungan ke Dewan Global Open Society Foundations di Afrika Selatan. Pertemuan itu terjadi di Khayelitsha, di luar kota Cape Town, dan lokasi beberapa audit sosial pertama dilakukan di Afrika Selatan, yang diselenggarakan oleh Social Justice Coalition (Koalisi Keadilan Sosial/SJC) dan Ndifuna Ukwazi (NU).

Sebuah topik yang banyak dibahas adalah bagaimana audit sosial dibandingkan dengan keberhasilan kampanye dan pemogokan lain yang lebih kuat yang tampaknya membuat pemerintah Afrika Selatan lebih mudah melakukan konsesi. Gerakan ini membuat beberapa peserta pertemuan itu bertanya-tanya apakah jenis kampanye yang timbul karena audit sosial membiarkan pemerintah lolos, dengan mendasarkan tuntutan mereka pada kebijakan pemerintah dan proses anggaran, bukannya memaksa perubahan melalui mobilisasi massa, pemogokan, dan berbagai taktik lain yang lebih kuat. Saat itu kami juga membahas berbagai manfaat dan keterbatasan jenis kredibilitas yang dihasilkan oleh audit pada kampanye, dan kompleksitas pengaturan agenda untuk audit sosial.

Apakah Audit Sosial Bersikap Lunak pada Pemerintah?

For more on Social Audits, download our guide for community activists and CSOs »
Untuk mengetahui lebih jauh tentang Audit Sosial di Afrika Selatan, nduhlah buku panduan kami untuk aktivis masyarakat dan OMS »

Berbeda dengan kampanye yang biasanya lebih konfrontatif, audit sosial sangat berfokus pada membongkar dan menganalisis proses dan kebijakan anggaran pemerintah. Audit sosial seringkali dimulai dengan memeriksa dokumen resmi untuk memahami apa saja komitmen penyediaan layanan yang telah dibuat pemerintah dan proposal alternatif seperti apa yang dapat membuahkan hasil. Bukan berarti audit sosial tidak dapat membentuk bagian dari kampanye lebih besar yang menggunakan berbagai taktik untuk membuat pemerintah menanggapi. Tapi keterlibatan ini berakar kuat pada fakta dan angka-angka yang diungkapkan oleh pemerintah dalam dokumen resmi.

Semua ini tidak membuat audit sosial “bersikap lunak” pada pemerintah, melainkan hanya merupakan gaya berbeda untuk mendapatkan dan mempertahankan perhatian pemerintah agar terlibat pada masalah penting. Sebagian besar peserta merasa bahwa audit sosial mewujudkan gaya advokasi yang layak dipertahankan. Mereka menunjukkan kekuatan dasar-dasar audit sosial, misalnya kepemilikan masyarakat maupun menggunakan bukti dan komitmen resmi untuk terlibat dengan pemerintah. Mengingat bahwa pendekatan advokasi ini didasarkan pada pemahaman mendalam tentang anggaran dan kebijakan, dalam beberapa kasus sebenarnya audit sosial dapat lebih keras terhadap pemerintah – dan pastinya lebih sulit diabaikan.

Apakah Kredibilitas Bermakna Penting?

Meskipun berakar kuat pada bukti, tidak semua orang dapat menghargai audit sosial. Beberapa bagian dari pemerintah Afrika Selatan mempertanyakan keabsahan temuan audit dan berdalih tentang ketelitian pengumpulan data dan analisis data. Kadang-kadang organisasi masyarakat sipil menanggapi dengan memperketat aspek-aspek ini dalam audit sosial mereka. Dalam kasus lain, misalnya audit sanitasi sekolah yang dilakukan oleh Equal Education (Pendidikan Setara), berbagai OMS menunjuk beberapa pengamat independen yang sangat dihormati untuk menjamin ketelitian proses ini.

Namun seperti yang dinyatakan oleh salah satu peserta, “legitimasi tidak menjamin pertanggungjawaban.” Pada akhirnya, tantangan oleh pemerintah ini kurang didorong oleh kepedulian terhadap ketelitian ilmiah, melainkan lebih didorong oleh upaya menghindari pertanyaan sulit tentang seberapa baik para pejabat melakukan pekerjaan mereka. Pengamat independen dan metode yang kuat bisa membuat pemerintah lebih sulit menghentikan temuan audit sosial, namun tidak menjamin pertanggungjawaban. Untuk mencapai tujuan itu, OMS perlu menggunakan taktik lain seperti memicu liputan media dan memobilisasi dukungan rakyat.

Siapa yang Menetapkan Agenda Audit Sosial?

Pertanyaan tentang siapa yang memutuskan hal yang harus difokuskan adalah hal yang amat sangat penting karena kepemilikan masyarakat adalah bagian penting dari audit sosial. Di saat yang sama, audit sosial adalah begitu intensif dalam hal informasi dan pengetahuan sehingga berfokus pada satu hal seringkali membuatnya menjadi lebih efektif. Dalam beberapa audit sosial pertama di Afrika Selatan, berbagai organisasi berbasis keanggotaan, misalnya SJC dan Equal Education, menggunakan audit sosial sebagai bagian kampanye rutin bila agenda sudah ditetapkan. Hal ini memudahkan pengambilan keputusan atas hal tersebut dan mendapatkan komitmen masyarakat terkait.

Audit sosial terbaru, seperti yang dilakukan oleh Ndifuna Ukwazi di Wolwerivier, menghadirkan sebuah organisasi dari luar untuk membantu masyarakat dalam audit sosial tersebut. Hal ini membuat pertanyaan agenda menjadi jauh lebih sulit ditangani. Berbagai organisasi pemfasilitasi tahu bahwa berfokus pada satu hal saja akan membuat audit sosial lebih berdampak, namun masyarakat dihadapkan dengan segudang masalah penyediaan layanan dan kelompok kepentingan sehingga akan sulit menyetujui satu hal.

Hal ini menimbulkan pertanyaan menarik tentang bagaimana audit sosial dapat ditiru di seluruh Afrika Selatan. Situasi di mana organisasi luar membantu masyarakat untuk melakukan audit sosial tampaknya hampir perlu diperluas.  Tapi dapatkah audit sosial yang efektif dilakukan hanya sebagai bagian dari kampanye dengan agenda yang dibuat dengan baik? Atau dapatkah audit sosial disesuaikan untuk membantu kampanye-kampanye baru agar memperbaiki agenda mereka?

“Bagaimana caranya mengadakan revolusi audit sosial?”

Seorang peserta dalam lokakarya mengajukan pertanyaan ini. Kegembiraan mengenai audit sosial telah menyebar cepat di kalangan masyarakat sipil Afrika Selatan, pemerintah dan komunitas donatur. Hasilnya, banyak permintaan untuk pelatihan audit sosial. Tapi seperti yang telah diperingatkan oleh banyak peserta, audit sosial bukanlah solusi cepat untuk memecahkan semua masalah penyediaan layanan di Afrika Selatan dan bukan merupakan pendekatan untuk semua masalah. Misalnya bila masalah penyediaan layanan terjadi diakibatkan oleh anggaran yang kurang memadai dan bukan karena pelaksanaan yang buruk, mungkin audit sosial bukan cara terbaik.

SJC, NU, Planact, dan Equal Education  telah melakukan pekerjaan yang mengagumkan dalam mempromosikan praktik ini di Afrika Selatan, dengan memilih pertumbuhan jumlah audit yang lambat namun stabil dan organisasi-organisasi yang melakukannya, bukannya mendorong banyak gagasan dari banyak sumber. Mereka juga membuat pedoman audit sosial dan membentuk Jaringan Audit Sosial untuk mendukung inisiatif baru semacam ini. Sekarang jaringan ini berencana mengkoordinasi kumpulan praktisi audit sosial yang berpengalaman dan kian banyak jumlahnya demi memastikan bahwa auditor baru memiliki akses ke orang-orang yang sangat berpengalaman.

Audit sosial adalah sarana yang dashyat. Tapi kunci keefektifannya adalah mengetahui bagaimana dan kapan menggunakannya, serta memahami prinsip-prinsip yang mendasarinya. Meskipun mungkin audit sosial tidak selalu menjadi cara tercepat untuk mendorong pemerintah agar menanggapi, jenis perubahan yang dicapai oleh audit sosial bisa sangat revolusioner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.